Director
Centre for Software Practice, David Glance, menyebutkan ada beberapa hal yang
bisa Anda lakukan untuk meminimalisir risiko saat membeli smartphone bekas. Salah satunya adalah membeli dari penjual ternama, lapor ABC.
Glance mendorong calon pembeli untuk memeriksa ESN atau Electronic
Serial Number untuk tahu sejarah ponsel tersebut.
"Dalam
sebuah studi oleh Avast, mereka menemukan banyak informasi pribadi -- ponsel yang menggunakan Android versi lama
misalnya, tidak dapat melakukan factory reset dengan sempurna."
Menurut studi yang dilakukan oleh Avast, diketahui bahwa masih banyak pengguna smartphone yang belum sadar pentingnya menghapus data pribadi sebelum menjual ponsel miliknya.
Menurut studi yang dilakukan oleh Avast, diketahui bahwa masih banyak pengguna smartphone yang belum sadar pentingnya menghapus data pribadi sebelum menjual ponsel miliknya.
Laine
Chopping dari Consumer Protection mendorong calon konsumen untuk
memastikan bahwa mereka tahu risiko membeli ponsel bekas.
"Ketika membeli ponsel bekas dari toko atau situs online, periksa barang itu sebelum membayar.. ingat, Anda punya hak untuk mengembalikan barang, sama seperti saat membeli barang baru," ujar Chopping.
Untuk
Anda yang ingin menjual ponsel bekas, Chopping mengatakan, sebaiknya Anda
menganggap melakukan factory reset saja tidak cukup.
Karena, ada kemungkinan ponsel tetap menyimpan data pribadi Anda, meski ia
terenkripsi.
"Salah satu cara untuk mengurangi risiko ini adalah dengan menggunakan full disk encryption. Ini digunakan pada iPhone secara default sekarang dan pada Android yang berkelas cukup tinggi," kata Chopping. "Pastikan dua kali bahwa tidak ada data yang tersimpan yang bisa menghantui Anda di masa depan."
Glance menyebutkan, ada cara lain yang membuat data Anda jauh lebih aman, yaitu menyerahkan ponsel pada teman atau keluarga.
"Salah satu cara untuk mengurangi risiko ini adalah dengan menggunakan full disk encryption. Ini digunakan pada iPhone secara default sekarang dan pada Android yang berkelas cukup tinggi," kata Chopping. "Pastikan dua kali bahwa tidak ada data yang tersimpan yang bisa menghantui Anda di masa depan."
Glance menyebutkan, ada cara lain yang membuat data Anda jauh lebih aman, yaitu menyerahkan ponsel pada teman atau keluarga.
"Dengan begitu, Anda tahu siapa yang memegang ponsel dan jika masih ada data tersimpan dalam ponsel, kemungkinan besar, mereka tidak akan memanfaatkannya untuk kegiatan tidak baik."

No comments:
Post a Comment